Ruang Manado – Kondisi Jalan Ahmad Yani di Kota Manado menuai keluhan dari warga. Jalan yang menjadi salah satu akses utama penghubung antarwilayah tersebut mengalami kerusakan cukup parah di beberapa titik. Selain itu, papan penanda peringatan yang dipasang sebelumnya diketahui sudah tidak berfungsi, sehingga membahayakan pengendara yang melintas.
Kerusakan Jalan Semakin Parah
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah bagian jalan dipenuhi lubang dengan kedalaman bervariasi. Pada musim hujan, lubang-lubang ini kerap tergenang air sehingga sulit terlihat oleh pengendara. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati agar tidak mengalami kecelakaan.
“Kalau malam hari lebih berbahaya, karena lampu jalan juga minim. Lubang sering tidak kelihatan, dan sudah beberapa kali motor jatuh,” ungkap Rini, seorang pengendara roda dua.
Papan Penanda Tak Lagi Berfungsi
Untuk mengurangi risiko, pemerintah sebelumnya memasang papan penanda peringatan di titik jalan rusak. Namun, kini papan tersebut sudah dalam kondisi rusak, miring, bahkan ada yang hilang. Akibatnya, pengendara yang baru melintas di jalur tersebut tidak memiliki peringatan dini atas kondisi jalan.
“Papan tanda dulu ada, tapi sekarang tidak bisa dibaca lagi. Jadi banyak pengendara yang tidak tahu ada jalan rusak di depan,” kata Markus, warga setempat.

Baca juga: Warga Manado Mengeluh SPBU Sering Tutup Siang Hari
Warga Minta Perbaikan Segera
Masyarakat sekitar dan pengguna jalan mendesak Pemerintah Kota Manado maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara segera melakukan perbaikan. Mereka menilai jalan ini memiliki peran vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat sehari-hari.
“Jalan Ahmad Yani itu jalur sibuk, banyak dilalui kendaraan besar dan angkutan umum. Kalau dibiarkan rusak terus, bisa semakin parah dan justru menelan biaya perbaikan lebih besar nanti,” tambah Markus.
Respons Pemerintah
Menanggapi keluhan warga, Dinas PUPR Kota Manado menyebut sudah melakukan pendataan jalan-jalan rusak, termasuk Jalan Ahmad Yani. Proses perbaikan, kata mereka, menunggu alokasi anggaran dari pemerintah daerah.
“Kami memahami keluhan masyarakat. Jalan Ahmad Yani memang sudah masuk prioritas perbaikan. Saat ini masih dalam tahap penganggaran, mudah-mudahan bisa segera ditangani,” ujar seorang pejabat PUPR.
Bahaya Bagi Keselamatan
Pengamat transportasi lokal mengingatkan bahwa kerusakan jalan dan minimnya papan peringatan berpotensi meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, langkah cepat pemerintah sangat dibutuhkan untuk meminimalisir risiko.
“Perbaikan permanen perlu segera dilakukan. Tapi sambil menunggu, papan penanda sementara setidaknya harus dipasang kembali agar pengguna jalan bisa lebih waspada,” jelasnya.
Penutup
Keluhan warga atas kondisi Jalan Ahmad Yani di Manado menjadi pengingat bahwa infrastruktur dasar seperti jalan raya harus menjadi prioritas utama pemerintah. Tanpa perbaikan segera, kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga bisa mengancam keselamatan masyarakat.







