Ruang Manado – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado mencatat capaian positif dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2025. Berdasarkan laporan resmi pemerintah daerah, PAD Kota Manado mencapai Rp 431 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini dinilai sebagai bukti perbaikan tata kelola pendapatan, penguatan sektor pajak, serta optimalisasi layanan berbasis digital.
Kenaikan PAD Dorong Penguatan Fiskal Daerah
Lonjakan PAD Manado tahun 2025 tidak terjadi secara instan. Pemkot menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai perangkat daerah dalam memaksimalkan sumber-sumber pendapatan, terutama sektor pajak dan retribusi.
Beberapa sektor yang memberi kontribusi terbesar antara lain:
-
Pajak hotel dan restoran
-
Pajak hiburan
-
Pajak parkir
-
Retribusi jasa umum dan usaha
-
Pengelolaan aset daerah
Peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat pascapemulihan pandemi Covid-19 serta tumbuhnya sektor pariwisata Manado turut memberi efek domino terhadap naiknya pendapatan.
Digitalisasi Pajak Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan PAD adalah implementasi sistem digital untuk pembayaran pajak daerah. Pemkot Manado melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memperluas penggunaan:
-
Tapping box untuk hotel/restoran,
-
E-Parking di berbagai titik strategis,
-
Aplikasi pembayaran PAD online yang dapat diakses masyarakat.
Langkah ini dinilai berhasil meningkatkan transparansi dan akuntabilitas sekaligus memudahkan wajib pajak dalam melaksanakan kewajibannya.

Baca juga: Sosok Injil Tumbol, Pebulutangkis Muda Manado Raih Dua Emas di Porprov Sulut 2025
Pemkot: “Capaian Ini Harus Jadi Pemacu, Bukan Sekadar Angka”
Wali Kota Manado menegaskan bahwa capaian Rp 431 miliar bukan hanya soal angka, melainkan instrumen penting untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik.
“PAD yang kuat adalah fondasi kemandirian fiskal daerah. Kita ingin Manado tidak hanya tumbuh, tetapi juga maju dengan pelayanan publik yang semakin baik,” ujar Wali Kota dalam keterangan resminya.
Beliau juga meminta perangkat daerah terus menjaga integritas, menghindari kebocoran anggaran, dan meningkatkan inovasi dalam pengelolaan potensi ekonomi lokal.
Akan Difokuskan untuk Infrastruktur dan Kesejahteraan
PAD sebesar Rp 431 miliar tersebut rencananya akan dialokasikan untuk sejumlah sektor prioritas, seperti:
-
Pembangunan dan perbaikan infrastruktur, terutama jalan kota dan drainase.
-
Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
-
Penguatan UMKM dan ekonomi kreatif.
-
Pemeliharaan fasilitas umum serta pengembangan pariwisata.
Pemkot juga berkomitmen meningkatkan efektivitas belanja daerah agar manfaat PAD dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Tantangan: Potensi Belum Tergarap Maksimal
Meski capaian PAD tergolong tinggi, Pemkot mengakui masih ada potensi pendapatan yang belum optimal, seperti:
-
Pemanfaatan aset daerah yang belum maksimal,
-
Pengawasan pajak parkir yang masih lemah,
-
Sektor pariwisata yang bisa memberi kontribusi lebih besar.
Bapenda Manado menyatakan akan memperluas pemetaan potensi pendapatan dan memperketat pengawasan di sektor-sektor tersebut.
Harapan Warga: Pelayanan Publik Makin Baik
Sejumlah masyarakat mengapresiasi capaian PAD Kota Manado. Mereka berharap peningkatan pendapatan daerah diikuti oleh:
-
Perbaikan fasilitas umum,
-
Penanganan banjir yang lebih serius,
-
Kemacetan yang bisa tertangani,
-
Pelayanan administrasi yang lebih cepat dan bersih.
Pemkot Manado memastikan akan menjadikan aspirasi warga sebagai dasar perencanaan pembangunan ke depan.





