, , ,

Pelaku Usaha Perhotelan di Manado Diajak Turut Kelola Sampah

oleh -1237 Dilihat

Ruang Manado – Pemerintah Kota Manado mengajak para pelaku usaha perhotelan untuk turut aktif dalam upaya pengelolaan sampah. Ajakan ini disampaikan dalam sebuah pertemuan yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado bersama asosiasi perhotelan, Senin (15/9/2025).

Ajakan ini dinilai penting karena sektor perhotelan merupakan salah satu penyumbang timbulan sampah terbesar di kota, terutama dari sampah plastik, makanan, dan limbah kegiatan operasional hotel.

Sampah Jadi Masalah Serius di Manado

Kepala DLH Manado, Agustinus Lengkong, menjelaskan bahwa rata-rata timbulan sampah di Kota Manado mencapai 400–500 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berasal dari kawasan bisnis, termasuk hotel, restoran, dan pusat perbelanjaan.

“Hotel-hotel di Manado memiliki peran strategis. Mereka tidak hanya sebagai penyumbang sampah, tetapi juga bisa menjadi teladan dalam pengelolaan sampah yang baik. Karena itu, kami mengajak pelaku usaha perhotelan untuk berkolaborasi,” katanya.

Program Hotel Ramah Lingkungan

Sebagai langkah awal, DLH akan mendorong penerapan program hotel ramah lingkungan. Hotel diminta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menyediakan fasilitas pemilahan sampah, serta bekerja sama dengan bank sampah atau pelaku daur ulang.

“Mulai dari hal kecil seperti mengganti botol air mineral plastik dengan galon isi ulang, atau mengganti sedotan plastik dengan bahan ramah lingkungan. Jika semua hotel melakukannya, dampaknya akan besar,” ujar Agustinus.

Selain itu, pihak hotel juga diminta untuk mengelola sampah makanan dengan konsep food waste management. Sisa makanan yang masih layak konsumsi dapat disalurkan melalui program sosial, sementara sisanya bisa dikelola menjadi kompos.

Pelaku Usaha Perhotelan
Pelaku Usaha Perhotelan

Baca juga: Polisi Gagalkan Niat Penyerangan Kelompok Pemuda di Manado, Seorang Pria Ditangkap

Dukungan dari Pelaku Usaha Perhotelan

Ajakan ini disambut positif oleh sejumlah pelaku usaha. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Utara, Marthinus Tumiwa, menilai langkah Pemkot Manado sudah tepat.

“Kami siap mendukung program ini. Hotel-hotel anggota PHRI akan kami dorong agar menerapkan standar pengelolaan sampah sesuai arahan pemerintah. Selain bermanfaat untuk lingkungan, ini juga bisa meningkatkan citra pariwisata Manado sebagai destinasi hijau,” ucapnya.

Beberapa hotel di kawasan Boulevard dan Malalayang bahkan telah memulai langkah serupa dengan menyediakan recycle corner dan mengolah limbah organik menjadi pupuk untuk taman hotel.

Harapan Jadi Gerakan Bersama

Pemkot Manado menargetkan dalam satu tahun ke depan, minimal 50 persen hotel berbintang di kota tersebut sudah memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri. Langkah ini diharapkan bisa menjadi gerakan bersama, bukan sekadar program jangka pendek.

“Jika sektor perhotelan bisa menjadi pionir, kami yakin restoran, kafe, hingga pusat belanja juga akan ikut. Pada akhirnya, masyarakat akan terbiasa memilah dan mengurangi sampah,” pungkas Agustinus.

Dengan dukungan dari dunia usaha, khususnya sektor perhotelan, Pemkot Manado berharap persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar bisa ditangani lebih baik, sekaligus mendukung upaya menjadikan Manado sebagai kota wisata yang bersih, indah, dan ramah lingkungan.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.