, ,

Pelaku Kriminalitas di Manado Didominasi Anak Dibawah Umur

oleh -1482 Dilihat

Manado, Sulawesi Utara — Kota Manado saat ini tengah menghadapi tantangan serius dalam hal keamanan sosial. Data terbaru dari kepolisian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku tindak kriminal yang terjadi belakangan ini adalah anak-anak di bawah umur.

Fenomena ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, baik aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, maupun pemerhati anak. Mereka menilai bahwa lonjakan keterlibatan remaja dalam tindak kejahatan merupakan alarm keras bagi semua elemen masyarakat, termasuk keluarga, sekolah, dan pemerintah.

Data Mengungkap: Usia Pelaku Semakin Muda

Pihak kepolisian mencatat bahwa dalam beberapa bulan terakhir, jumlah pelaku kriminal berusia di bawah 18 tahun meningkat signifikan. Jenis kejahatan yang paling banyak dilakukan mencakup pencurian kendaraan bermotor (curanmor), perkelahian kelompok, perusakan fasilitas umum, hingga kasus penyalahgunaan narkoba.

Menurut keterangan dari pihak Polresta Manado, sebagian dari mereka bahkan masih duduk di bangku SMP dan SMA.

“Ini menjadi tantangan serius. Anak-anak ini seharusnya belajar dan bermain, bukan masuk daftar pelaku kejahatan,” ujar seorang pejabat di kepolisian setempat.

Akar Masalah: Minim Pengawasan dan Pergaulan Bebas

Banyak faktor yang memicu keterlibatan anak di bawah umur dalam tindak kriminal. Di antaranya adalah minimnya pengawasan orang tua, kurangnya kegiatan positif, serta pengaruh lingkungan dan pergaulan yang salah.

Tak sedikit anak-anak yang terlibat kelompok geng motor atau komunitas jalanan yang kerap bertindak di luar batas. Beberapa di antaranya bahkan mengaku hanya ikut-ikutan tanpa benar-benar menyadari konsekuensi hukumnya.

Pelaku
Pelaku

Baca juga: Warga Puji Kinerja Satgas TMMD 125 Kodim Manado; Disiplin dan Tak Kenal Lelah

Upaya Preventif dari Pemerintah dan Aparat

Pemerintah Kota Manado bersama aparat kepolisian dan instansi terkait mulai menyusun langkah strategis untuk menekan angka kriminalitas remaja. Di antaranya:

  • Razia dan patroli rutin di titik rawan.

  • Pendekatan edukatif di sekolah-sekolah.

  • Program pembinaan karakter melalui kegiatan keagamaan dan pelatihan keterampilan.

  • Pendampingan sosial bagi anak-anak yang sudah terlibat kejahatan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Kami akan mengedepankan pendekatan humanis. Anak-anak ini bukan penjahat, tapi korban dari lingkungan yang salah arah,” ungkap seorang perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Peran Keluarga dan Sekolah Sangat Vital

Para ahli mengingatkan bahwa pencegahan dini harus dimulai dari rumah. Orang tua diimbau untuk lebih aktif mengawasi dan membimbing anak-anak, membangun komunikasi yang sehat, serta mengenali perubahan sikap yang mencurigakan.

Sekolah juga diminta tidak hanya fokus pada aspek akademik, melainkan lebih peka terhadap kondisi psikologis dan sosial siswanya.

Seruan Bersama: Selamatkan Anak-Anak Kita

Kondisi ini menjadi panggilan bagi seluruh masyarakat Manado untuk bersatu menjaga generasi muda dari bahaya kriminalitas. Jika tidak ditangani secara serius dan bersama-sama, kota ini bisa kehilangan masa depannya.

“Anak-anak adalah aset bangsa. Jangan biarkan mereka tumbuh di jalan yang salah. Mari kita jadikan Manado kota ramah anak, aman, dan penuh harapan,” tutup Wali Kota Manado dalam sebuah pernyataan.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.