Manado – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan 23 unit bus medium sebagai salah satu solusi untuk mengurai kemacetan di Kota Manado, Sulawesi Utara. Kehadiran armada baru ini diharapkan mampu meningkatkan layanan transportasi publik sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Jawaban atas Masalah Kemacetan
Kota Manado dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan jumlah kendaraan pribadi, terutama sepeda motor dan mobil, yang menyebabkan kemacetan di sejumlah titik padat. Kemenhub menilai perlunya terobosan baru untuk memperbaiki sistem transportasi umum di kota tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub menyampaikan bahwa penambahan armada bus medium adalah langkah strategis. “Kita ingin menghadirkan transportasi yang nyaman, aman, dan terjangkau. Dengan adanya 23 bus medium, diharapkan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum,” ujarnya.
Rute yang Disiapkan
Bus-bus medium ini akan melayani rute strategis yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan pendidikan, perkantoran, hingga daerah penyangga. Sejumlah rute yang tengah dipetakan antara lain Manado–Malalayang, Manado–Airmadidi, serta jalur menuju kawasan wisata dan perdagangan.
Dengan kapasitas yang cukup memadai, bus medium dipandang lebih fleksibel untuk melewati jalan-jalan yang relatif sempit dibandingkan bus besar, namun tetap mampu mengangkut penumpang dalam jumlah signifikan.

Baca juga: DPRD-Pemkot Manado sepakati perubahan KUA-PPAS APBD 2025
Kolaborasi dengan Pemkot Manado
Kemenhub juga bekerja sama dengan Pemerintah Kota Manado dalam hal pengelolaan, operasional, hingga integrasi layanan bus dengan moda transportasi lain. Pemkot Manado akan menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti halte, jalur khusus, serta sistem tiket berbasis digital.
Wali Kota Manado menyambut baik program ini. “Kami mengapresiasi dukungan Kemenhub. Kehadiran bus medium ini akan membantu mengurangi kemacetan dan memberikan alternatif transportasi publik yang lebih baik bagi warga Manado,” katanya.
Harapan Perubahan Perilaku Masyarakat
Selain penyediaan armada, Kemenhub juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat agar lebih memilih transportasi umum. Untuk itu, kampanye sosialisasi akan dilakukan melalui berbagai media agar warga memahami manfaat menggunakan transportasi publik.
“Kita harus mulai mengubah kebiasaan. Jika masyarakat mau naik bus, maka beban jalan akan berkurang dan polusi pun bisa ditekan,” jelas perwakilan Kemenhub.
Dukungan dari Masyarakat
Sejumlah warga Manado menilai rencana ini sebagai langkah positif. “Kalau busnya nyaman dan tepat waktu, saya rasa banyak orang akan mau naik. Tidak perlu lagi repot bawa mobil ke pusat kota,” ujar Frans, seorang karyawan swasta di Manado.
Mahasiswa dari salah satu universitas di Manado juga menyatakan antusiasmenya. Menurutnya, biaya transportasi akan lebih hemat jika bus medium benar-benar beroperasi sesuai jadwal.
Penutup
Kehadiran 23 unit bus medium dari Kemenhub menjadi angin segar bagi masyarakat Manado yang selama ini menghadapi persoalan kemacetan. Program ini tidak hanya bertujuan mengurai kepadatan lalu lintas, tetapi juga mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Dengan dukungan penuh Pemkot Manado dan partisipasi masyarakat, diharapkan layanan bus medium ini dapat menjadi titik awal perubahan sistem transportasi di Manado menuju kota yang lebih tertib, nyaman, dan berkelanjutan.






