Manado – Harga beras di Kota Manado masih bertahan di level tinggi, meski pemerintah telah menggelontorkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sejumlah pedagang di pasar tradisional mengeluhkan distribusi beras SPHP yang dinilai belum merata, sehingga belum mampu menekan harga di lapangan.
Harga Beras Medium Tembus Rp14.000/Kg
Pantauan di beberapa pasar tradisional, harga beras medium berkisar Rp13.500–Rp14.000 per kilogram, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kondisi ini membuat daya beli masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, semakin tertekan.
“Memang ada beras SPHP masuk, tapi tidak rutin dan jumlahnya terbatas. Kadang kami terima, kadang tidak. Kalau pun ada, cepat habis karena masyarakat langsung memborong,” kata Rina, salah satu pedagang di Pasar Bersehati, Manado, Selasa (12/8/2025).
Distribusi Belum Merata
Para pedagang menilai distribusi beras SPHP masih terpusat di beberapa titik saja, sehingga pasar lain tidak mendapatkan pasokan yang memadai. Akibatnya, pedagang yang tidak mendapat distribusi terpaksa menjual beras dari pemasok swasta dengan harga tinggi.
Menurut mereka, pemerataan distribusi sangat penting agar harga di semua pasar bisa seragam dan terjangkau.
“Kalau distribusinya merata, semua pedagang bisa jual dengan harga yang sama. Sekarang, yang tidak dapat SPHP harus jual mahal karena modalnya sudah tinggi,” ujar seorang pedagang lainnya.

Baca juga: Kanwil Kemenkum bersinergi Pemkot Manado diseminasi program unggulan
Peran Bulog dan Pemda
Kepala Perum Bulog Kanwil Sulutgo, mengakui bahwa pasokan SPHP memang masih dalam tahap penyesuaian dan bergantung pada alokasi dari pemerintah pusat. Ia memastikan pihaknya bersama Pemkot Manado akan memperluas jangkauan distribusi, termasuk ke pasar-pasar kecil dan kios kelontong.
“Kami akan evaluasi pola distribusi agar penyaluran lebih merata. Targetnya, semua pasar dan pedagang dapat jatah rutin, sehingga harga bisa terkendali,” jelasnya.
Dampak bagi Konsumen
Kenaikan harga beras membuat sebagian warga harus mengurangi pembelian atau beralih ke jenis beras kualitas lebih rendah. Bagi pelaku usaha kuliner, kenaikan ini juga berdampak pada harga jual menu makanan yang mereka sajikan.
Masyarakat berharap pemerintah dapat segera menstabilkan harga, baik dengan mempercepat distribusi SPHP maupun menambah volume pasokan.





