, , , ,

Buaya Muncul di Kawasan Manado Bay, Ini Imbauan Pemkot ke Warga, BKSDA Hendak Tangkap

oleh -819 Dilihat

Ruang Manado — Warga pesisir Manado Bay dihebohkan dengan kemunculan seekor buaya berukuran sekitar 3 meter yang terlihat berenang di sekitar perairan dekat Pantai Malalayang pada Selasa (4/11/2025) sore. Penampakan reptil besar itu membuat warga yang biasa beraktivitas di sekitar pantai menjadi waspada dan membatasi aktivitas mereka di laut.

Menurut laporan warga, buaya tersebut muncul di permukaan laut beberapa kali, bahkan sempat mendekati perahu nelayan yang sedang menepi. Video penampakan buaya ini kemudian menyebar luas di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Warga Cemas, Aktivitas Nelayan Terganggu

Seorang nelayan, Daud Mokoginta (47), mengaku sempat melihat buaya itu dari jarak sekitar 20 meter saat ia hendak menarik jaring di kawasan perairan Bahu.

“Awalnya saya kira batang pohon hanyut, tapi pas mendekat kelihatan kepalanya bergerak. Langsung saya balik arah, takut diserang,” ujarnya.

Sejak kejadian itu, sejumlah nelayan memilih tidak melaut sementara waktu, terutama pada malam hari. Beberapa warung di tepi pantai yang biasa ramai pengunjung juga tampak sepi karena warga takut mendekat ke air.

Pemkot Manado Imbau Warga Waspada

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkan imbauan resmi kepada warga pesisir agar lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan laut.

“Kami minta warga tetap tenang, tetapi waspada. Jangan mandi atau memancing di area perairan yang diduga menjadi lintasan buaya,” kata Sekretaris DLHK Kota Manado, Rachman Tendean, Rabu (5/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa kemunculan buaya di kawasan teluk Manado bukan kali pertama terjadi. Biasanya, hewan tersebut keluar ke perairan terbuka karena terganggu habitatnya atau terseret arus dari sungai yang bermuara ke teluk.

“Perubahan cuaca ekstrem dan aktivitas manusia di sekitar muara sungai bisa membuat buaya berpindah lokasi. Kami sudah berkoordinasi dengan BKSDA Sulut untuk menangani hal ini,” tambahnya.

Manado Bay
Manado Bay

Baca juga: Pemkot dukung ekspansi mobilitas hijau BYD Haka di Manado

BKSDA Turunkan Tim Penangkap Buaya

Sementara itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara telah mengirim tim penanganan satwa liar untuk menelusuri lokasi kemunculan buaya tersebut. Kepala BKSDA Sulut, Ferdinand Lumowa, membenarkan pihaknya tengah melakukan pemantauan intensif di sekitar perairan Manado Bay.

“Kami sudah menurunkan tim ke lapangan sejak pagi. Mereka membawa peralatan penangkap buaya dan berkoordinasi dengan nelayan setempat untuk memantau pergerakan hewan ini,” kata Ferdinand.

Menurutnya, buaya muara (Crocodylus porosus) termasuk satwa liar yang dilindungi dan sangat berbahaya bagi manusia jika merasa terancam. Karena itu, upaya penangkapan dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak membahayakan warga maupun tim penanganan.

“Target kami bukan membunuh, melainkan mengevakuasi buaya itu ke habitat yang lebih aman,” tegasnya.

Kemunculan Buaya Diduga Karena Perubahan Ekosistem

Sejumlah ahli lingkungan memperkirakan kemunculan buaya di Teluk Manado dipicu oleh menyempitnya area muara dan pesisir akibat pembangunan serta meningkatnya limbah yang masuk ke perairan. Hal itu membuat ekosistem alami buaya terganggu, sehingga satwa tersebut mencari habitat baru.

Pakar ekologi pesisir dari Universitas Sam Ratulangi, Dr. Yuni Lasut, menyebut fenomena ini sebagai alarm ekologis.

“Jika habitat aslinya rusak, buaya akan mencari tempat baru yang dianggap aman. Pemerintah perlu meninjau ulang aktivitas pembangunan di area mangrove dan muara sungai,” ujarnya.

Pemerintah dan Warga Diminta Bersinergi

Hingga berita ini ditulis, buaya tersebut masih belum berhasil ditangkap, namun tim BKSDA terus melakukan patroli di area sekitar pantai. Pemerintah mengimbau agar warga segera melapor jika melihat buaya muncul kembali.

“Kami berharap warga tidak bertindak sendiri. Serahkan penanganan kepada pihak berwenang,” ujar Rachman.

Meski menimbulkan ketakutan, sebagian warga juga berharap kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam.

“Buaya tidak akan datang kalau habitatnya tidak diganggu,” kata Daud, nelayan yang pertama kali melihat hewan itu. “Semoga nanti bisa ditangkap dan dipindahkan tanpa ada korban.”

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.