, ,

Tolak Eksekusi PN Manado, Massa Pendeta Simon Pasang Badan di Lahan Eks Corner 52

oleh -939 Dilihat

Ruang Manado — Ratusan massa yang merupakan pendukung Pendeta Simon melakukan aksi penolakan terhadap proses eksekusi lahan eks Corner 52 oleh Pengadilan Negeri (PN) Manado, Selasa pagi. Aksi yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA itu membuat situasi di sekitar lokasi memanas, karena massa berupaya menghadang petugas yang datang untuk melaksanakan putusan pengadilan.

Massa Duduki Lokasi, Bentangkan Spanduk Penolakan

Sejak pagi, massa sudah memenuhi area eks Corner 52. Mereka membentangkan spanduk penolakan dan menyatakan bahwa lahan tersebut masih dalam sengketa serta belum pantas untuk dieksekusi. Dalam orasi, perwakilan massa menyebut eksekusi yang dijadwalkan PN Manado dianggap tidak mempertimbangkan proses hukum yang menurut mereka masih berjalan.

“Kami datang untuk mempertahankan hak atas tanah ini. Ada proses yang belum selesai, dan kami minta eksekusi ditunda,” teriak salah satu orator dari atas mobil pengeras suara.

Pendeta Simon Disebut Hadir Beri Dukungan Moral

Pendeta Simon, yang disebut-sebut sebagai pihak yang menguasai lahan tersebut, turut hadir memberikan dukungan moral bagi para pendukungnya. Ia meminta massa tetap tertib namun tegas dalam mempertahankan lahan yang diklaim sebagai aset pelayanan mereka.

“Kita hormati hukum, tapi kita juga berhak mendapatkan keadilan. Jangan anarki, tetap damai, tapi kita harus menunjukkan bahwa kita tidak tinggal diam,” katanya di depan para pendukung.

Pendeta Simon
Pendeta Simon

Baca juga: Polsek Bandara Samrat Manado Gagalkan 68 Warga Sulut Diduga Korban TPPO, April Hingga November 2025

Aparat Gabungan Amankan Lokasi

Polisi, TNI, dan Satpol PP diturunkan untuk mengamankan area guna mencegah bentrokan antara massa dan petugas pengadilan. Aparat membentuk barikade dan berupaya membuka jalur agar tim juru sita dapat masuk. Beberapa kali terjadi saling dorong, namun situasi secara umum masih bisa dikendalikan.

Kapolresta Manado mengimbau massa untuk menghormati putusan pengadilan dan menghindari tindakan melawan hukum. Ia menegaskan bahwa aparat hanya menjalankan tugas pengamanan.

Eksekusi Tertunda, PN Manado Gelar Konsultasi Internal

Karena eskalasi massa yang besar dan pertimbangan keamanan, proses eksekusi lahan akhirnya ditunda. Juru sita PN Manado menyatakan bahwa langkah itu diambil untuk menghindari potensi kericuhan.

“Kami akan melaporkan situasi ini kepada pimpinan untuk menentukan jadwal dan prosedur lanjutan. Prioritas kami adalah keamanan semua pihak,” ujarnya.

Sengketa Lahan Belum Selesai

Lahan eks Corner 52 sudah lama menjadi objek sengketa antara kelompok Pendeta Simon dan pihak lain yang mengklaim memiliki sertifikat resmi. Kedua belah pihak sama-sama mengaku memiliki dasar hukum. Proses panjang ini membuat situasi semakin sensitif dan rentan memicu konflik horizontal.

Pemerintah Diminta Turun Tangan

Sejumlah tokoh masyarakat meminta pemerintah daerah dan pemerintah provinsi turun tangan untuk memfasilitasi mediasi ulang agar konflik tidak semakin melebar. Sengketa lahan di Manado yang melibatkan kelompok besar disebut memerlukan penyelesaian yang lebih bijaksana agar tak berdampak pada stabilitas sosial.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.