Ruang Manado – Pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di Kota Manado dilaporkan belum terealisasi hingga memasuki periode awal semester. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan sekolah karena dana tersebut menjadi penopang utama operasional pendidikan.
Sejumlah kepala sekolah mengaku harus mencari solusi sementara agar proses belajar mengajar tidak terganggu. Keterlambatan pencairan berdampak pada pembayaran honor tenaga pendidik non-ASN, pembelian alat tulis, hingga kebutuhan dasar seperti listrik dan internet sekolah.
Akademisi Sarankan Solusi Sementara
Seorang akademisi pendidikan di Manado menilai sekolah dapat mengambil langkah darurat dengan sistem talangan atau “berutang” kepada pihak ketiga, seperti koperasi atau mitra penyedia barang, demi memastikan kegiatan belajar tetap berjalan.
“Yang terpenting proses pembelajaran tidak berhenti. Jika memungkinkan, sekolah bisa melakukan talangan sementara sambil menunggu dana cair,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan agar langkah tersebut dilakukan secara transparan dan sesuai aturan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Baca juga: Kebanggaan Gubernur Sulut Yulius Selvanus Merayakan Cap Go Meh Pertama Kali di Manado
Beban Operasional Sekolah Meningkat
Dana BOS dan BOSP selama ini digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional, mulai dari pengadaan buku, pemeliharaan sarana prasarana, hingga pembiayaan kegiatan pembelajaran. Tanpa dana tersebut, sekolah berisiko mengalami kesulitan keuangan.
Beberapa sekolah bahkan disebut telah menggunakan dana cadangan yang terbatas untuk menutup kebutuhan mendesak. Jika keterlambatan berlanjut, dikhawatirkan kualitas layanan pendidikan bisa terdampak.
Harapan Pencairan Segera Direalisasikan
Pihak sekolah dan orang tua murid berharap pemerintah segera merealisasikan pencairan dana agar tidak mengganggu stabilitas operasional pendidikan. Dana BOS dan BOSP merupakan hak satuan pendidikan yang telah dianggarkan dalam sistem pembiayaan nasional.
Akademisi juga mendorong adanya komunikasi terbuka antara pemerintah dan pihak sekolah terkait jadwal pencairan. Transparansi informasi dinilai penting untuk mencegah spekulasi dan kekhawatiran berlebihan.
Meski menghadapi kendala, sekolah di Manado berkomitmen menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar. Upaya sementara seperti talangan dana dinilai sebagai solusi darurat, sembari menunggu realisasi anggaran agar kegiatan pendidikan tetap berjalan optimal dan tidak merugikan peserta didik.





